Showing posts with label Love for 'Temans'. Show all posts
Showing posts with label Love for 'Temans'. Show all posts

Tuesday, April 26, 2011

Kerja dengan Senang!

Sebagai sebuah perusahaan fashion retail cukup terkemuka di Indonesia, kantor tempat saya kerja punya segunung baju-baju sample yang harus disingkirkan secara berkala (kecuali kalo mereka mau memenuhi seantero gedung dengan baju-baju itu). Dan sebagai pebisnis luar biasa, membuang barang pun bisa sambil menarik laba. Mereka menyingkirkannya dengan mengadakan bazaar. Ya, baju-baju itu dijual dengan harga sebanting-bantingnya. Bayangkan berbagai baju impor dan lokal dijual dengan harga 15-55 ribu rupiah saja.

Dan beruntunglah saya yang secara geografis selantai dengan bagian Product Development, karena kami dengan 'curang' dan 'rakus'nya bisa milih-milih duluan (plus dikaretin dan dikasih nama buat memastikan nggak diambil orang) sebelum barang-barang ini dilempar ke actual bazaar-nya.

Secara ini barang-barang sample, hampir semua barang cuma ada satu piece untuk setiap model. Jadi semakin terlihatlah ke-brutal-an dan ke-gelapmata-an para wanita ini, termasuk saya. Apalagi waktu sadar kalo salah satu rekan punya selera yang mirip-mirip dan dia ngincer barang yang sama dengan saya, yaitu: DRESS!

Jadilah kami harus mengandalkan kejelian mata dan kecepatan tangan masing-masing, sebelum diambil orang, oh ya plus kelapangan-dada kalo ternyata mata dan tangan kita kalah cepat. Soalnya suasananya udah nggak kalah sama di kulakan Pasar Senen. Tiap dateng karung/kardus baru, dituang ke tengah-tengah, langsung dikerubutin deh. Haha

Overall, saya puas dengan hasil 'buruan' saya, saya dapet hampir semua yang saya incar. Plus saya jadi berasa size badan saya ternyata lumayan proporsional untuk ukuran non-model, soalnya hampir semua baju sample yang ukurannya standar itu, pas di saya *nyolong nyombong*.

Dan pada akhirnya, saya dapet 14 pieces baju (dress, rok, cardigan, tank top, top) plus 6 pieces baju (1 dress, 4 top, dan 2 tank top) untuk si sahabat tercinta (yang rese nitip-nitip... eh engga deh... becanda aja :p) dengan harga yang sangat-sangat-sangat terjangkau

Definitely, saya kerja dengan senang. *sambil mikir gimana nasib gaji bulan ini ya haha*

Wednesday, February 23, 2011

A Love Story




Alkisah, hiduplah seorang gadis remaja di sebuah kota besar. Gadis ini gadis biasa, baru saja lulus SMP dan melanjutkan ke sebuah SMA swasta. Gadis ini penuh semangat, cerdas, tapi agak jutek, terutama kepada lawan jenis. Mungkin ia takut (atau pernah) dikecawakan? Entahlah.

Yang jelas, di kelas barunya di SMA, ia berkenalan dengan seorang remaja pria, yang ternyata salah satu sahabat dari anak laki-laki yang pernah menyukai si gadis di masa SD. Di awal perkenalan, indera keenam si gadis bekerja, ia merasa suatu saat si remaja pria akan menyukai dirinya. Yah seperti nama buskota, si gadis ini pedejaya.

Di awali dengan pertemanan penuh saling cela dan hina, berlanjut saling mengirim SMS, mulai teleponan sesekali, hingga suatu hari si remaja pria -tanpa penembakan, melainkan hanya- menyatakan perasaan.

Tanpa penembakan, si gadis remaja merasa tidak perlu merespon apa-apa. Lagipula tidak ada perasaan lebih daripada kasih seorang teman bagi si remaja pria. Sementara si remaja pria yang melihat tidak adanya respon positif, berniat mundur. Lagipula di lubuk hatinya sepertinya ia segera sadar perasaan itu hanyalah cinta monyet semu biasa, hingga ia tidak melanjutkan usahanya.

Lulus SMA, mereka menempuh jalur hidup mereka masing-masing. Melanjutkan studi di dua universitas yang berbeda. Sesekali kontak, semakin lama semakin hilang, lalu tidak sama sekali. Si gadis (bukan remaja lagi, karena itu kita sebut ia sekarang 'wanita') menemukan pria pujaan hatinya, begitu pula si (bukan remaja lagi) pria menemukan pacar pertamanya.

Kalau sampai di sini kalian mengira ini kisah cinta antara si wanita (gadis remaja) dengan si (remaja) pria, dan suatu saat mereka akan bersatu layaknya sinetron-sinetron tujuh season itu, pastikan kalian menyimak lanjutannya.

Suatu hari, tidak jelas karena apa, si wanita dan si pria kembali kontak lewat dunia maya. Si wanita sedang begitu bahagia dengan pria pujaan yang jadi pacarnya, sedangkan si pria ternyata dalam proses mengakhiri hubungan dengan pacarnya. Sebagai teman yang baik, terkadang si wanita menghibur si pria.

Hingga suatu saat, si wanita mendapat SMS dari adik perempuan pria pujaan hatinya, seorang gadis remaja (jangan bingung, baca pelan-pelan aja :D). Si gadis remaja adalah anak yang manis, seorang pelajar SMA. Hari itu si gadis remaja memberitahu bahwa ada SMS yang ditujukan untuk pacar kakaknya (si wanita) yang salah masuk ke nomornya. Ternyata itu adalah SMS dari si pria.

Si wanita segera memberitahu kesalahan ini kepada si pria. Si wanita memang pernah menggunakan nomor si gadis remaja untuk mengirims SMS pada si pria. Si pria meminta maaf sambil menyimpan nomor si wanita yang sebenarnya.

Tapi entah kenapa, beberapa waktu kemudian si pria kembali salah mengirim SMS ke nomor si gadis remaja tanpa sengaja. Si gadis remaja kembali memberitahu ke si wanita. Kali ini dengan sedikit kesal. Sungguh aneh, mengingat si pria sesungguhnya bukanlah seorang yang ceroboh.

Malam itu, si wanita mentertawakan kecerobohan si pria di dunia maya, dan memberitahu bahwa nomor yang dia SMS adalah nomor si gadis remaja, adik perempuan dari pria pujaan hatinya.

Malam itu juga adalah malam kesekian si pria menyatakan keinginannya untuk segera memiliki kekasih (lagi). Dengan ringan, tanpa maksud apa-apa, dan setengah bercanda, si wanita menyarankan si pria untuk mengajak si gadis remaja berkenalan.

Lalu...

Setelah meniliki melalui sosial media luar biasa bernama Buku Muka (ya, Facebook :p), si pria mulai serius melancarkan serangan berkenalan. Mulai dari Facebook, SMS, chatting, sedikit demi sedikit, dari sesekali hingga setiap hari...

Lalu berlanjut ke percakapan lewat ponsel, lalu berlanjut ke depan layar 21, lalu berlanjut ke kunjungan-kunjungan ke rumah.

Hingga akhirnya, singkat cerita, si pria dan si gadis remaja menjadi sepasang kekasih.

Jadi kalau kalian berharap si gadis remaja dan si remaja pria di masa lalu akan bersatu, oooh sayang sekali. Tidak ada yang menulis cerita cinta seunik Dia kan? :p



Dedicated for the two lovebirds out there. (you'll know who you are if you read this :p). Congratz! May you two have a great relationship that glorifies The One that writes your love story.

Friday, February 11, 2011

Ganti Baju

Terus terang, saya orang yang paling malas ganti baju *oops
Hahaha, bukan ganti baju beneran, tapi 'ganti baju' blog.

Gak kaya temen-temen blogger saya yang lain, saya malas berepot-repot-ria cari template dan design yang bagus. Apalagi saya desainer grafis, kadang kalau pakai karya orang lain suka jadi berasa malu hati. Bisa desain tapi kok nggak bikin sendiri *blush.

Tapi ya akhirnya, saya ganti baju juga. Background diambil dari Shabby Blogs
Sedangkan Headernya saya buat sendiri. Fotonya difotoin pacar saya setahun lalu. Waktu itu saya emang udah niat ganti header dengan kreasi foto saya yang lagi pose bikin bentuk hati, sesuai nama blog ini.

Tapi ya niat tinggal niat... baru jadi setahun kemudian.
dan dengan header ini, saya menahbiskan dan meresmikan diri saya sendiri sebagai wanita narsis. Hiks

Oh iya. Kenapa background ini yang saya pilih? Kalau kalian pembaca setia blog saya, kalian pasti tahu kenapa. Coba baca ini dulu.

Yes. Karena Eropa (salah satunya Prancis) adalah salah satu obsesi travelling saya.
Jadi sekalipun design-nya sederhana, saya pilih ini sebagai bentuk doa (dan iman) saya bahwa saya akan bulan madu ke Eropa.

Doakan yaaaaaa!!! (meridnya aja belom dipikirin. Udah mikir honeymoon. haha)

Nah kalau header-nya.... orang-orang dekat saya mungkin agak heran kenapa header-nya kaya gitu, sepertinya bukan saya banget (wanita cantik dan feminin tapi tidak girly *howex :p)
Yah... menyesuaikan dengan tema kali ya... dan mood menjelang Valentine *jiaaaah.

Ah malam hari memang saya semakin segar dan banyak oceh.

Enjoy!

Saturday, June 13, 2009

Senang senang tralala

Setelah bekerja belasan jam, nyaris nonstop, secangkir kopi pekat, sebungkus toge goreng, hiburan dari TV yang nyala nyari 24 jam, serta tiga jam tidur.

Setelah setangkup roti bakar, momen nyetir sendirian yang menyenangkan, tempat parkir yang super strategis, aku sekarang sedang menunggu di tempat digital printing. Ya, menunggu Datuk Maringgih-ku.

Setelah perjuangan (dan per'santai'an) berbulan-bulan (nyaris 7 bulan kalo dipikir-pikir) akhir dari bab kehidupanku yang ini udah di depan mata.

Satu hal utama yang kupelajari:
Pacar pertamaku bener-bener bekerja tepat pada waktunya dan Dia sungguh tau apa yang aku butuh lebih daripada diriku sendiri.




Ia memberiku dosen pembimbing yang tidak aku harapkan, tapi ternyata dia sangat kritis, dan karena kritisnya banyak yang takut kalo disidang sama dia. Tapi karena dia pembimbing utamaku, dia uda banyak mempersiapkan aku ini dan itu.

Ia memberiku kesempatan untuk kenal sama banyak temen-temen DKV melalui TA ini. yang tadinya jarang ketemu, gak pernah ngobrol karena ga pernah sekelas, sekarang seolah semuanya jadi teman seperjuangan, sehati, dan saling dukung.

Ia menunjukkan betapa banyaknya orang yang peduli dan sayang sama aku.

Ia kasih jadwal sidang visual di hari terakhir (yang awalnya bikin buuueeeeeteeee) tapi ternyata Dia tahu kalo aku pada akhirnya memang baru bisa kelarin tanggal segitu.

Ia kasih kejutan manis buat sahabatku (yang juga lagi tugas akhir), di saat-saat terakhir, namun sangat tepat waktu.

Terlalu banyak...

Kadang kita gak percaya, kadang kita lupa.
Kadang kita pikir hanya kita yang paling mengenal diri kita.
Kadang rancangan-Nya keliatan menyakitkan
Sampai kita sulit menerima
Tapi satu hal yang kelihatan klise, tapi benar adanya
Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya.

Monday, February 2, 2009

Intermezzo

Di tengah hari-hari sibuk mengejar bab 4 laporan tugas akhir... teringat sebuah pernyataan

Nggak ada hewan yang begitu bangun pagi, inget berseru sama Tuhan.
Karena itu, kalo manusia begitu bangun pagi nggak inget berseru sama Pencipta-Nya, sama aja sedang menempatkan diri di posisi makhluk lain.

Quotes by Pdt. Suta Prawira

Hayo...tadi bangun pagi apa yang pertama kali diinget? Pacar? Tugas kuliah? Masalah sama ortu? atau... Tuhan?

Selamat sibuk-sibuk, teman-teman... Selamat mengejar sidang konsep! Tapi jangan lupa bertindak sebagai manusia selayaknya.

Thursday, November 20, 2008

Cinta datang di saat yang paling nggak kamu duga

Pasti kamu udah sering denger frase itu.
Aku juga seriiing sekali denger. Kenapa?
Karena sebelum ada si Mas Ben, aku udah 20 tahun menjomblo.
Dan di saat gundah gulana menanti dijemput pangeran, kesel karena cowo yang aku suka nggak suka sama aku, banyak banget yang mengutarakan frase tadi.

Cinta datang di saat yang paling nggak kamu duga.

Dulu aku pikir, itu cuma cara orang-orang buat menenangkan gadis-gadis yang mereka sayang.
Dan secara psikologis, waktu kita menanti-nanti sesuatu, emang kerasa lama, kan? Seolah-olah yang kita tunggu gak dateng-dateng.
Makanya lebih mudah belajar sabar dan melupakan, dan suatu saat tiba-tiba BUUM datanglah si pujaan hati.

Tapi, saat ini, semuanya jadi lebih make sense, lebih dari sekadar bentuk penghiburan atau efek psikologis sebuah penantian. Mari simak teori baruku.
Tapi...ssttt... ini khusus buat cewek*)





Waktu kita menanti pacar...

Kita jadi banyak memperhatikan diri sendiri.
Penampilanku udah OK blom, ya? Aku keliatan perhatian gak, ya? Gimana ya supaya dia sadar kalo aku suka dia? Aku keliatan menarik gak ya? dst dst dst...

Dan waktu kita gak dapet perhatian dan balasan cinta, kita mulai mempersalahkan diri sendiri.
Kenapa ya temenku kok bisa lebih langsing? Kenapa ya kok aku gak bisa segampang dia dapet pacar? Apa ya yang bikin aku kalah dari dia? Boleh gak ya aku maju duluan? Kok dia gak mau berjuang buat dapetin aku sih? dst dst dst...

Dan tebak... waktu kita kebanyakan mikirin diri sendiri apa yang terjadi?
1. Udah pasti gak hepi. Soalnya entah kenapa cewe punya kecenderungan keseringan melihat rumput tetangga lebih hijau.
2. Kehabisan waktu buat menikmati dan menghargai orang-orang di sekitar kita. Waktunya abis buat ngelamun 'aku begini' dan 'aku begitu'.
3. Gak hepi bikin kita bete dan kehabisan waktu bikin kita rese. Bete dan rese bukan kombinasi bagus buat jadi cewe yang menarik buat para cowo di luar sana.

Naaaaah....
Karena kita udah jadi cewe yang lagi bete dan rese sama orang laen, kita jadi gak menarik buat para cowo, akibatnya....
Cowo-cowo 'kabur' dan gak mau deketin kita. (ya jelas lah...)
Dan berarti kita kembali ke awal siklus, yaitu menanti pacar.





Waktu kita nggak menanti pacar...

Kita jadi lebih nyaman dengan diri kita karena gak ada orang laen yang pengen kita buat 'terjerat'. Kita melakukan semua apa adanya, kita punya banyak temen karena gak hanya fokus sama satu atau beberapa orang cowo.

Kita punya banyak waktu buat bergaul dan menikmati kebaikan hati dari orang-orang di sekitar kita. Kita jadi punya banyak hal buat disyukuri dengan adanya mereka.

Dan tebak apa yang terjadi waktu kita gak mikirin diri sendiri:
1. Hepi karena gak tertekan harus menjadi orang lain demi menjerat pria.
2. Gak perlu abisin waktu buat kebanyakan merawat diri dan mikirin diri sendiri, jadi punya banyak waktu buat lebih deket sama Tuhan dan orang lain, dan jadi banyak hal buat disyukuri
3. Hepi bikin kita ceria dan bersyukur bikin kita lebih peduli. Ceria dan peduli (care), bukankah itu kriteria cewe idaman cowo-cowo?

Nah, akhirnya ada pria tepat yang ngejar dan dapet pacar deh.
Tepat di saat yang paling gak kita duga, saat kita paling gak memikirkan diri sendiri, saat kita jadi cewe paling manis tanpa kita sadari.

Makanya hukum kasih kedua yang Yesus ajarin:
Kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri.
Tuhan yang kocak, hukum kasih yang keliatan berat gitu ternyata berguna dalam segala aspek kehidupan, termasuk cari pacar.



Aku masuk ke ruangan itu karena mau ikut briefing
pembimbing dan panitia buat Kamp Anak tahun 2006.
Tiba-tiba, orang di sebelahku yang aku sapa ngomong:

"Ulangtahunlu 28 April 87 kan?"
Itulah Mas Ben.



Didedikasikan buat 3 Sagitarius yang paling berpengaruh dalam hidupku (My Ma isn't included haha). Luv u!


*) Kenapa khusus buat cewe? Karena cuma cewe yang boleh menanti pacar. Kalo cowo-cowo, sadar dong, Bung! Kalian harus bergerak, berusaha, kejar tuh cewe-cewe manis kayak kami. Masa mau menanti pacar juga. Ntar tunggu-tungguan dong.

Wednesday, October 22, 2008

Betty lelah, aku juga.


Betty Suarez adalah seorang siswi yang sangat 'terkenal'. Terkenal dengan tubuhnya yang 'subur', giginya yang 'berpagar', poninya yang bagai gorden, dan tak lupa prestasinya sebagai siswi teladan yang selalu absen dari pesta-pesta sekolah (karena nggak ada cowo yang ngajak), dan terkenal sebagai wartawan koran sekolah yang nyaris nggak punya teman. Tapi Betty bukan sekadar siswi kuper. Dia pernah mendapat penghargaan sebagai warga teladan. Hebatnya lagi, piala itu dia kembalikan buat dipajang di lemari sekolah, supaya teman-nya bisa ikut menikmati dan bangga karenanya. Hebat ya... sungguh mulia hatinya...

10 tahun kemudian, sahabat Betty, Gio, berkomentar:
"Pasti capek jadi kamu. Kamu cuma mikirin buat ngelakuin apa yang seharusnya kamu lakukan - bukan apa yang kamu inginkan. Dalam hati yang terdalam sebenernya kamu ingin nyimpen penghargaan itu, kan?"

Ya... itu episode serial Ugly Betty kemaren. Salah satu serial yang aku tungguin tiap minggunya. Dan waktu si Gio ngomon gitu, bukan cuma Betty yang tertohok, aku juga.

Dari kecil, aku memang terbiasa jadi anak baik. Mamaku bilang dia nggak pernah marahin aku karena emang aku nggak pernah bikin salah. Sampe umur 21 ini memang sepertinya aku selalu jadi anak baik-baik karena memang aku nggak suka jadi orang yang bikin salah. Aku menikmati jadi orang yang 'baik-baik'.

Begitu juga ketika aku jadi orang Kristen, jadi anak Tuhan. Ada masa-masa (seperti sekarang ini) di mana aku nggak tahu lagi di mana rasa cintaku pada Tuhan.
Aku melakukan apa yang Dia mau cuma karena aku suka Dia memandangku sebagai 'anak baik-baik'. Aku cuma ingin image baik di hadapan-Nya (dan di hadapan orang-orang Kristen lain mungkin).

Dan tahu apa yang aku dapet?
Aku ngerasa cape. Cape karena tuntutan anak baik-baik tuh banyak banget. Cape karena aku harus memenuhi kemauan banyak orang. Cape karena ternyata bukan itu yang aku inginkan, tapi harus aku lakukan.

Aku udah lupa gimana rasanya melakukan sesuatu yang baik karena aku mencintai Dia.

Menyenangkan orang lain sebenernya bentuk dari mencari 'keamanan' diri sendiri. Terus-menerus melakukannya cuma bakal bikin cape.
Akan beda jadinya ketika kita menyenangkan orang karena kita mengasihi mereka, dan kita mengasihi mereka karena kita mengasihi Tuhan dan kita tahu Dia tersenyum ketika kita mengasihi orang lain. Terus-menerus melakukannya cuma bakal bikin kita bahagia.

Friday, September 26, 2008

Lebaran Liburan Lemburan

01.06 AM
Udah pagi, tapi tanganku udah gatel pengen nulis. Hehe.

Setelah tepat 3 bulan, atau 12 minggu, atau totalnya 455 jam, hari ini adalah hari terakhirku kerja praktek (magang) di Leo Design Jakarta, PT Star Reachers Indonesia.
Fiuh... rasanya campur aduk, antara lega tapi juga rindu. Bayanging aja, selama 3 bulan, 4 hari dalam seminggu, aku punya rutinitas berangkat kerja tiap paginya. Itu juga belum ditambah 1 bulan waktu aku magang di tempat lain sebelumnya. Berarti 4 bulan, tuh!
Mulai sekarang, nggak ada lagi tanggung jawab rutin yang menanti, nggak ada lagi wajib laporan ke dosen tiap 2 minggu sekali, dan nggak ada lagi alesan buat naik Tije lagi.
Hiks.

Bagi sebagian besar orang, hari ini hari kebebasan, soalnya hari ini hari terakhir sebelum mulai masa libur lebaran. Ya, bagi para muslim, lebaran mungkin berarti kemenangan, menang dari segala hawa nafsu selama Ramadhan (bener, nggak?). Bagi non-muslim, lebaran berarti liburan sekeluarga. Mungkin cuma pas lebaran, seluruh keluarga bisa punya waktu libur berbarengan yang cukup panjang.

Tapi bagi sebagian lainnya (termasuk Leo Design Jakarta), Lebaran bukan liburan, tapi Lemburan!
Yup, minggu terakhir magang ini, aku pikir aku bisa sedikit santai, menikmati hari-hari terakhir. Aku pikir, semua job desain untuk promo Sale ini dan Sale itu dalam rangkan Idul Fitri pastinya udah kelar, jadi bakalan nggak ada job.

Ternyata saya salah, saudara-saudara!

Justru karena bakalan libur panjang, semua kerjaan yang bakal deadline setelah liburan lebaran, jadi dihajar sesegera mungkin. Kemarin aku udah lembur sampe jam 12 malem, dan hari ini lembur lagi sampe jam 11 malem.
Yah, itulah dunia kerja, dunia yang sedang aku pelajari, dunia yang akan aku hadapi nggak lama lagi.

Untuk 455 jam yang udah lewat,
Thx buat Pacar Pertamaku. Cuma Kamu yang bisa bikin aku lebih bersemangat saat deadline di depan mata dan saat aku lagi nggak mood kerja.
Thx buat pacar keduaku, yang suka ingetin buat minum (mang suka males sih...hehe) dan rela jemput tengah malem tanpa ngomel-ngomel.
Thx buat Mama Papa yang berusaha mengerti tapi tetap nggak ngerti kenapa ada orang yang masih kerja di kantor sampe subuh.
Thx buat teman-teman yang heboh kalo aku masih online tengah malem.
Thx buat semua orang Leo Design yang udah begitu baik dan rela ngasih kerjaan buat mahasiswa yang belum berpengalaman ini. Thx udah menjadi mentor-mentor yang baik hati, sangat perhatian, dan nggak ragu buat negur.

Sekalipun pas mau lebaran, aku malah lemburan gara-gara Leo Design, tapi rela deh, karena selama di sana aku jadi melihat lebih banyak cinta dari orang-orang di sekitarku.

Wednesday, September 10, 2008

Lot of love, lot of words

Sempet lama juga mikirin nama dari blog ini.
Awalnya, kandidat terkuatnya adalah 'gift'.
Tapi, sepertinya terlalu abstrak, dan kurang 'dina'.


Lot of words

Sejak kecil, aku udah tahu kalo aku suka menulis. Diawali denger cerita yang dibacain Mama dari buku Tini-Tono, sampe akhirnya aku bener-bener bisa baca sendiri. Thanks to kelinci biru bernama Bobo, yang udah berperan besar bikin aku bisa baca di umur 3 tahun. Dan sejak saat itu, aku cinta baca.

Lahir di tengah keluarga yang sangat demokratis dan suportif, aku menjadi cukup percaya diri untuk mulai menulis. Waktu kecil, aku rajin bikin hadiah buat mama. Ya, bikin dan bukan beli. Salah satu bentuk hadiah yang pernah aku bikin lebih dari satu kali adalah majalah.

Yang pertama majalah yang kubuat seukuran kertas folio, di-steples asal-asalan, digambar tangan, ditulis tangan, dan cerpennya aku tulis sendiri. Tentu saja dengan cerita singkat, kurang masuk akal, dan parahnya, berakhir tragis dengan kematian tokoh utama.
Yang kedua, majalah yang sedikit lebih rapi, seukuran kertas A4 dilipat dua, dengan dijilid steples yang rapih di bagian tengahnya. Gambarnya masih gambar tangan dengan kualitas yang sedikit meningkat dan teksnya udah sedikit lebih canggih, diketik colong-colongan dengan menggunakan mesin ketik listrik Papa. Rubriknya pun lebih bervariasi. Ada teka-teki silang, karikartur, hingga tips diet yang kubuat sendiri tanpa mencari sumber terpercaya.

Aku juga pernah mengirim tulisan ke majalah Bobo hingga majalah Gadis (waktu aku mulai ABG), tapi sayangnya nggak ada satupun yang diterima. Hiks...

Tapi herannya, aku masih belum kapok menulis untuk konsumsi publik. Mungkin di dasar hati masih ada keyakinan diri (yang semoga belum terlampau parah) bahwa aku bisa menulis.
Untungnya, hasrat ini sedikit tersalurkan melalui pelayanan di buletin gereja, Shining Star.


Lot of love

Sejak kecil, aku merasa ada terlalu banyak cinta di sekelilingku.
Aku punya keluarga yang nggak sempurna, tapi sangat menyayangiku.
Aku punya teman-teman yang aku yakin sangat menyayangiku dan selalu menginspirasiku.
Tapi yang terutama, aku punya Tuhan yang selalu bisa bikin aku merasa disayang saat keluarga dan teman-teman terasa kurang menyayangiku.

Mulai beranjak dewasa, aku mulai sadar, aku menampung terlalu banyak cinta di dalam diriku. Terlalu banyak hingga butuh penyaluran.
Akhirnya Tuhan memberiku beberapa anak-anak bimbingan untuk dikasihi.
Kurang ajarnya, aku malah sering menelantarkan mereka sambil protes sama Tuhan, "Tuhan, aku masih punya terlalu banyak cinta nih. Kayaknya aku butuh cowo deh supaya aku bisa mengasihinya."
Akhirnya 1,5 tahun yang lalu pun Tuhan kasih aku seorang pacar.
Kurang ajarnya lagi, anak-anak bimbingan gak terlalu aku perhatiin, pacarku pun juga. Bukannya jadi tempat penyaluran kasih sayang, malah sering jadi pelampiasan ego-ku.
Yah, dengan segala kekuranganku, aku masih belajar untuk mencintai semua yang Tuhan kasih.

Lot of Love, Lot of Words


Tapi satu hal, aku hidup karena cinta.
Karena cinta dari Tuhan yang memberiku hidup baru.
Karena cinta dari Tuhan melalui keluarga, pacar, sahabat, dan orang-orang di sekelilingku.
Karena cinta yang Dia bilang harus aku bagikan ke orang lain, dengan mencintai sesama seperti mencintai diri sendiri.

Karena cinta itulah aku punya hasrat menulis.
Karena cinta itulah aku ingin membagikan sesuatu kepada banyak orang supaya bisa ikut tersenyum dan terberkati.
Kerena cinta itulah aku punya banyak kata dan cerita untuk dibagikan, tentunya melalui blog ini.

PS:
Sebagian posting di blog ini diambil dari blog FS-ku yang udah lama nganggur. Aku sertakan juga tanggal penulisan aslinya.