Tuesday, July 14, 2009

Get to Know Dina

Your view on yourself:

You are down-to-earth and people like you because you are so straightforward. You are an efficient problem solver because you will listen to both sides of an argument before making a decision that usually appeals to both parties.

The type of girlfriend/boyfriend you are looking for:

You like serious, smart and determined people. You don't judge a book by its cover, so good-looking people aren't necessarily your style. This makes you an attractive person in many people's eyes.

Your readiness to commit to a relationship:

You prefer to get to know a person very well before deciding whether you will commit to the relationship.

The seriousness of your love:

Your have very sensible tactics when approaching the opposite sex. In many ways people find your straightforwardness attractive, so you will find yourself with plenty of dates.

Your views on education

Education is very important in life. You want to study hard and learn as much as you can.

The right job for you:

You're a practical person and will choose a secure job with a steady income. Knowing what you like to do is important. Find a regular job doing just that and you'll be set for life.

How do you view success:

You are afraid of failure and scared to have a go at the career you would like to have in case you don't succeed. Don't give up when you haven't yet even started! Be courageous.

What are you most afraid of:

You are concerned about your image and the way others see you. This means that you try very hard to be accepted by other people. It's time for you to believe in who you are, not what you wear.

Who is your true self:

You are mature, reasonable, honest and give good advice. People ask for your comments on all sorts of different issues. Sometimes you might find yourself in a dilemma when trapped with a problem, which your heart rather than your head needs to solve.

Wednesday, June 24, 2009

Lukisan yang Besar

Sebenernya aku punya sebuah keinginan, yang cuma disimpan dalam hati tapi terus terngiang-ngiang dan terus kubawa dalam doa.
Aku ingin lulus dapet nilai TA yang bagus, lulus dengan IPK bagus. Salah satunya supaya Pa-Ma ku bisa bangga, tapi yang terutama, karena aku ingin bisa menyatakan kalo aku bisa karena anugerah dari Dia.

Makanya hari ini kecewa luar biasa ketika sidang gak berjalan sesuai yang kubayangkan.

Terus terang, aku merasa udah berusaha sangat optimal dan udah nyiapin diri buat sidang sebaik mungkin. Aku juga udah menyiapkan hati buat menerima berbagai masukan dari dosen penguji nantinya.

Tapi ternyata semuanya terjadi gak sesuai harapan. Harusnya salah satu penguji adalah dosen pembimbing, tapi ini nggak ada dosen pembimbingku. Padahal si dosen pembimbing itu juga sebenernya nggak ngapa-ngapain dan ada di kampus. Padahal juga, aku udah komplain ke penyusun jadwal sidang, supaya aku bisa disidang dosen pembimbing.

Sekedar info, salah satu 'fungsi' dosen pembimbing di sidang adalah sebagai 'pembela' yang ngebantu arahin jawaban aku (yang disidang) kalo kita mentok atau kebingungan, soalnya mereka kan yang udah bener-bener ikutin perkembangan karya kita, dan mereka juga yang udah meng-ACC setiap proses pembuatan karya.

Dan ternyata, dosen-dosen penguji ini punya pendapat yang beda dengan dosen pembimbing maupun dosen pengujiku waktu sidang konsep dan visual. Banyak hal yang sifatnya cukup fundamental jadi dipertanyakan. Padahal ini hal-hal mendasar yang udah terlelbih dahulu lewat proses riset dan persetujuan dosen pembimbing dan penguji sidang konsep dan visual.

Jadi kecewa, merasa dipecundangi keadaan.

Merasa udah melakukan yang terbaik, merasa udah menyiapkan sesiap mungkin, tapi terserang karena keadaan.

Kecewa, karena target nilai yang ingin kucapai sepertinya melayang begitu aja. Keinginan yang kusebutkan di awal sepertinya sulit diraih.

Tapi sebenar-benarnya, hasil akhir lulus atau nggak, plus nilainya baru keluar nanti di tanggal 10 Juli. Dan selama proses Tugas Akhir ini, aku banyak diajarkan-Nya untuk mempercayakan segala sesuatu sama Dia sekalipun nampak nggak mengenakkan. Segala sesuatu yang keliatan jelek ternyata berakhir super indah. (baca posting sebelum ini)

Dengan pemahaman ini, aku berdoa supaya bisa beriman kepada rancangan Tuhan yang indah. Indah bukan berarti aku mendapat apa yang aku harapkan, tapi ketika aku bisa memuliakan Tuhan. Mungkin aku bisa lebih memuliakan Tuhan, bisa menjadi berkat bagi banyak orang, bukan ketika aku mendapat apa yang aku harapkan, tapi ketika aku justru nggak mengharapkannya.

Who knows?

Yang jadi penghiburan adalah sebuah iman bahwa sidang ini, kekecewaan ini hanyalah titik kecil dalam sebuah lukisan yang besar, lukisan kehidupanku. sebuah titik tak beraturan berwarna abu-abu mungkin terlihat buruk rupa, tapi dalam sebuah lukisan yang besar, titik itu adalah bagian dari gambaran tulang-tulang daun yang hijau dan indah.

Saturday, June 13, 2009

Senang senang tralala

Setelah bekerja belasan jam, nyaris nonstop, secangkir kopi pekat, sebungkus toge goreng, hiburan dari TV yang nyala nyari 24 jam, serta tiga jam tidur.

Setelah setangkup roti bakar, momen nyetir sendirian yang menyenangkan, tempat parkir yang super strategis, aku sekarang sedang menunggu di tempat digital printing. Ya, menunggu Datuk Maringgih-ku.

Setelah perjuangan (dan per'santai'an) berbulan-bulan (nyaris 7 bulan kalo dipikir-pikir) akhir dari bab kehidupanku yang ini udah di depan mata.

Satu hal utama yang kupelajari:
Pacar pertamaku bener-bener bekerja tepat pada waktunya dan Dia sungguh tau apa yang aku butuh lebih daripada diriku sendiri.




Ia memberiku dosen pembimbing yang tidak aku harapkan, tapi ternyata dia sangat kritis, dan karena kritisnya banyak yang takut kalo disidang sama dia. Tapi karena dia pembimbing utamaku, dia uda banyak mempersiapkan aku ini dan itu.

Ia memberiku kesempatan untuk kenal sama banyak temen-temen DKV melalui TA ini. yang tadinya jarang ketemu, gak pernah ngobrol karena ga pernah sekelas, sekarang seolah semuanya jadi teman seperjuangan, sehati, dan saling dukung.

Ia menunjukkan betapa banyaknya orang yang peduli dan sayang sama aku.

Ia kasih jadwal sidang visual di hari terakhir (yang awalnya bikin buuueeeeeteeee) tapi ternyata Dia tahu kalo aku pada akhirnya memang baru bisa kelarin tanggal segitu.

Ia kasih kejutan manis buat sahabatku (yang juga lagi tugas akhir), di saat-saat terakhir, namun sangat tepat waktu.

Terlalu banyak...

Kadang kita gak percaya, kadang kita lupa.
Kadang kita pikir hanya kita yang paling mengenal diri kita.
Kadang rancangan-Nya keliatan menyakitkan
Sampai kita sulit menerima
Tapi satu hal yang kelihatan klise, tapi benar adanya
Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya.