Sunday, May 9, 2010

SELAMAT!!!

Setelah menyeleksi 292 ucapan selamat ulang tahun yang masuk melalui akun facebook saya, terpilihlah 13 nominasi ucapan yang lain daripada yang lain, secara visual, isi, maupun bahasanya.

Inilah Nominasinya (urutan disusun secara random)

1. Vera Trisiana


2.Ceps Dava


3.Shendy Susantyo


4.Tabitha Pinatih


5.Grace Adelynne


6.Nick Kurniawan


7.Christie Japary


8.Suherman Ojan


9.Santo Cahyadi


10.Laras Putriasih


11.Charlie Ng



--------------------------
---------------------------------


Dan 2 nominasi lainnya berhasil menjadi pemenang kontes ucapan ini. Selamat kepada KETIGA PEMENANG:

-----------------------------------------------------------


RICKY MULYAWAN

(Paling unik menurut pendapat tim juri yang terdiri dari 2 sahabat dan 1 pacar saya)


-----------------------------------------------------------

MARCELLA BENITA WIYANA

(Paling unik karena berhasil membuat saya berkaca-kaca sekaligus bertanya-tanya dengan apa yang membuatnya bisa mengeluarkan kata-kata sedemikian manis buat saya)


-----------------------------------------------------------

Dan PEMENANG KETIGA yang sebenarnya tidak memberi ucapan melalui facebook, tapi memberikan ucapan yang sangat unik yaitu:

TUHAN SAYA
(Paling unik karena memberikan pekerjaan baru yang tidak sesuai rencana dan harapan, tapi ternyata saya nikmati)


-----------------------------------------------------------


Oh ya, sebelum saya pura-pura lupa, kepada ketiga pemenang (kecuali Tuhan karena saya nggak tahu gimana kirimnya), kalian akan mendapatkan 1 BUAH kaos Teesign. Saya tahu kalian berdua ada di luar negeri, jadi bisa segera kirimkan alamat rumah kalian di Jakarta? By the way, ini dia hadiahnya




-----------------------------------------------------------


Kepada 292 orang yang sudah repot-repot mengunjungi halaman facebook saya, dan menyempatkan waktu menulis kalimat-kalimat yang menyejukkan hati, TERIMA KASIH!
Kalian sungguh mencerahkan hari ulang tahun saya.

Tuesday, April 27, 2010

Happy Birthday To Me

Setelah melewati setengah tahun hibernasi....
Akhirnya saya memutuskan
Salah satu resolusi umur 23 saya adalah kembali memenuhi blog ini dengan tulisan-tulisan.

Dan sebagai permulaannya - dan terinspirasi kegilaan seorang teman di ulangtahunnya tahun lalu - saya mengadakan 'kontes ucapan' buat teman-teman dan handai taulan.

Barangsiapa berhasil memberi ucapan yang paling unik (menurut saya), akan saya kirimkan hadiah unik dan istimewa. Ini serius loh!

Ucapan yang diikutsertakan dalam kontes ini hanyalah yang melalui blog ini atau melalui akun Facebook saya. So sorry, yang melalui SMS gak diitung ya.

Buat yang udah terlanjur ucapin, boleh kok coba lagi!

Kontes ditutup pada Kamis 29 April 2010, pk 00.00
Ditunggu ucapannya sampai jam 12 malam ini!

Friday, October 2, 2009

Kebanggaan di Balik Goresan Canting




2 Oktober 2009,
Hari ini, berjalanlah melintasi padatnya lalu lintas ibukota, sambil menikmati pameran berbagai corak dan warna sebuah warisan budaya Indonesia - ya, sebuah warisan budaya negeri kita, yang sudah diakui dunia, melalui UNESCO - BATIK.

Mungkin cuma satu hari ini, pemandangan unik penuh motif khas bisa kita nikmati. Sepertinya besok, sebagian besar orang akan kembali ke busananya masing-masing.

Pemandangan satu hari, yang membuat bangga sekaligus haru. Berdiri bergelantungan dalam Trans Jakarta dengan berbagai pikiran berkecamuk, hingga tetesan air hampir tergulir di sudut mata. Haru, ternyata masih banyak orang-orang yang setidaknya peduli. Walaupun entah hanya karena disuruh boss di kantor, janjian sama teman, atau ikut trend yang berminggu-minggu disebarkan di Pustaka Rupa, haru tetap ada.

Haru melihat sebuah warisan budaya menerima apresiasi yang memang selayaknya diterima yang pada kenyatanya diabaikan sejak lama.

Setelah seringkali disalahartikan sebagai 'kuno' dan 'tua', akhirnya ada suatu kebanggaan di balik goresan canting.

Tapi bagaimana setelah hari 'batik' ini berlalu? Akankah timbul kerinduan untuk berkenalan lebih lanjut dengannya? Dengan bergai jenis dan makna coraknya? dengan daerah-daerah asalnya? Atau setidaknya akankah corak-corak itu tetap bertahan berseliweran di jalan-jalan, di mal-mal?

Lalu bagaimana pula dengan nasib budaya lainnya? Yang juga sudah diakui dunia sebagai warisan budaya Indonesia? Akankah dunia mengakui, tapi tidak dengan kita?

Bagaimana degan nasib Wayang? Keris? Angklung? Batik.... setelah hari ini...?

Klik untuk baca berita tentang hal ini